Rabu, 31 Maret 2010

Polusi Udara di Gresik Memprihatinkan


Tingkat polusi udara di Kabupaten Gresik, Jawa Timur (Jatim), melampaui ambang batas akibat berlebihnya zat pencemar debu yang salah satunya ditimbulkan dari meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan limbah industri.

“Hasil uji udara ambien di 12 titik, menunjukkan bahwa pencemaran udara terbanyak di Gresik diakibatkan karena debu yang rata-rata mencapai 0,26 mg/m3,” kata Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Gresik, Sumarno, Senin (2/11).
Sumarno menyebutkan, tingginya tingkat pencemaran debu itu berada di kawasan Manyar, Bungah, Ujungpangkah, Duduksampeyan, Cerme, Menganti, Kedamean, Driyorejo, Wringinanom, dan Kebomas. Terutama di wilayah zona D kawasan indsutri, pabrik, dan terminal bus.
Ia mengungkapkan berdasarkan hasil uji udara ambien dari 13 zat pencemar selain debu, zat pencemar kimia juga terbilang tinggi seperti Karbon Monoksida (CO) mencapai 20,0 ppm, dan Hidrokarbon (HC) 0,24 PPM.
“Zat pencemar Karbon Monoksida 80 persen dihasilkan dari kendaraan bermotor,” kata Sumarno.
Lebih lanjut ia menjelaskan, dari segi kesehatan dampak pencemaran udara oleh debu bisa menyebabkan penyakit paru-paru (bronchitis) serta penyakit saluran pernapasan lainnya. Sedangkan dampak pencemar udara oleh zat kimia seperti Karbon Monoksida bisa menyebabkan gangguan kesehatan pada hemoglobin (metaloprotein pengangkut oksigen yang mengandung besi dalam sel darah merah).
Sumarno mengakui, selama ini pantauan BLH Gresik terhadap tingkat pencemaran udara masih lemah lantaran keterbatasan anggaran, dan minimnya jumlah petugas pantau.
Tahun 2008, kata Sumarno, pihaknya mengajukan usulan pembelian alat pengukur kualitas pencemaran udara kepada Pemkab Gresik namun belum bisa terealisasi karena mahalnya harga alat tersebut.
Padahal semestinya Gresik sebagai daerah industri mempunyai alat tersebut.
“Jangankan alat pendeteksi pencemaran udara, anggaran untuk melakukan uji emisi saja tidak dialokasikan, sedangkan untuk uji ambien yang mestinya setahun dilakukan dua kali di musim hujan dan kemarau, hanya dilakukan sekali uji,” papar Sumarno. ant

Sumber:
http://www.surya.co.id/2009/11/02/polusi-udara-di-gresik-memprihatinkan.html
2 November 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar